ViewFinder

Welcome to The Adventure's life

setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan hati dan pikirannya. dan tidak pernah lelah untuk mencari kebahagiaannya sampai ke ujung dunia pun. karena kita hidup bukanlah untuk mencari harta dan jabatan. kita hanya ingin bahagia. janganlah pernah lelah untuk berpetualang menemukan kebahagiaan. bersama alam kita akan dididik untuk survive menjalani kehidupan kita yang sebenarnya. karena alam sangat dekat dengan Penciptanya. pintu alam selalu terbuka untuk orang yang kehilangan arah. back to nature...
0

Cinta dan Pebudakan

Cinta yang tiada memperbaharui diri setiap saat

Akan menjadi kebiasaan…

Dan pada gilirannya berubah menjadi perbudakan

- Khalil Gibran –

Hari ini setelah aku lewati hari bersama kawan-kawanku dengan tawa dan canda. Aku yang sedang menikmati malam yang indah dimana lampu-lampu jalanan mempercantik kota Jakarta yang begitu bising dan sombong. Saat aku berjalan menikmati kesendirianku aku melihat seorang wanita jalan ke arahku dengan wajah yang terlihat menahan rasa sakit sambil tangannya memegang pundak belakangnya. Semakin dekat jarak antara aku dan dia semakin terlihat raut wajah penderitaan dan airmatanya yang mengalir menjadi jawaban atas pertanyaanku.

Setelah wanita itu melewati aku, giliran seorang pria berjalan ke arahku. Jelas aku lihat kulit wajahnya yang memerah penuh emosi namun dapat aku lihat dimatanya ada sesal disana. Langkahnya begitu cepat dan ternyata dia sedang berusaha mengejar bayangan wanita itu.

Sudah aku duga, mereka berdua saling mengenal. Aku yang sambil berjalan mencoba mencari jawaban yang pasti dengan menoleh ke belakang ke arah kedua orang itu. Aku melihat pria itu mencoba meraih tangan wanita itu sedikit keras ada unsur emosi disana. Namun, wanita itu menolak mentah-mentah. Dia tidak membiarkan pria itu menyentuhnya aku duga, sakit dipundak dan hatinya adalah alasan utamanya mengapa dia mengacuhkan pria itu. Tetapi, lelaki itu terus mencoba dengan kekuatannya menarik tangan wanita itu dengan paksa. Suka tidak suka wanita itu harus mengikutinya, itu dugaanku!!!

Lalu, aku kembali ke langkahku…

Aku berfikir mengapa itu bisa terjadi? Aku dapat melihat dan rasakan ada sesal dimata pria itu dan masih ada cinta di dalam airmata wanita itu. Tetapi mengapa kekerasan itu bisa ada antara mereka?

Kejadian malam ini bukan hanya sekali aku temui bahkan aku sudah terbiasa melihat peristiwa kekerasan yang terjadi pada sepasang kekasih di jalanan. Tetapi aku belum bisa memahami apa yang mereka inginkan dengan menunjukkan cinta mereka yang begitu keras.

Akhirnya aku menyimpulkan dari sebelah pandanganku saja. Bahwa kekerasan dalam cinta itu terjadi karena pasangan itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa diantara mereka sebenarnya bukanlah cinta tetapi “dominan”. Yang dipikir mereka cinta bukanlah cinta yang sebenarnya. Tepatnya keegoisan, ketergantungan, dan saling mendominasi. Sehingga cinta yang awalnya “cinta” tumbuh menjadi “perbudakan” karena proses pertumbuhan cinta mereka lebih kuat ditanamkan dengan keegoisan, ketergantungan, keraguan dan saling mendominasi. Sehingga, hubungan mereka yang tidak sehat terpaksa mereka pertahankan dengan alasan “cinta”.

Namun, yang aku tahu di dalam cinta tidak menerima kata “kekerasan”. Cinta itu lembut bahkan melebihi kapas. Cinta timbul tanpa rencana dan tidak dapat di prediksi. Kita tidak bisa memilih dan berharap dipilih. Cinta mengalir di dalam darah kita tanpa dapat dihentikan.

Cinta datang begitu saja… tiba-tiba wajah kita tersenyum tanpa alasan, bahagia tanpa alasan, dan menangis sambil tersenyum tanpa alasan. Cinta itu indah, saking indahnya tidak dapat dijelaskan bentuknya.

Tetapi, cinta itu pada akhirnya dapat hilang begitu saja tanpa alasan. Tawanya menjadi airmata, bahagianya berubah menjadi penderitaan, dan airmatanya menjadi airmata yang sebenarnya. Semua itu terjadi juga tanpa alasan. Cinta akan berubah menjadi sayang, namun pahitnya bisa hilang tanpa sisa. Karena cinta manusia tidak ada yang abadi.

Cinta yang abadi menurut aku hanyalah cinta Sang Pencipta pada ciptaanNya. Dia mencintai manusia dengan ikhlas, tidak pernah bosan dengan kesalahan kita, selalu percaya bahwa kita pada akhirnya akan kembali padaNya, membiarkan kita untuk memilih jalan yang kita inginkan entah itu benar atau salah, dan selalu terbuka pintu maafNya. Intinya, Allah tidak pernah lelah pada kita.

Manusia belum mampu mencintai dengan cara itu. Karena itu, jika kita merasa cinta diantara pasangan kita sudah tidak sehat. Lebih baik berhenti sejenak dan fikirkan. Jika memang masih mampu dijalankan, lanjutkan saja. Tetapi jika tidak mampu lagi menahan rasa sakit hati, pikiran, bahkan fisik, selesaikanlah dengan bijak.

Aku ingat satu kalimat Khalil Gibran, Cinta dan keragu-raguan tidak pernah saling menyapa.

Read more